Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

YUDA PRA - PROFILE

www.yudapragitar.com       Yuda Pra was born in an area in Central Java on July 6, 1976, inherited the blood of his mother's art who had joined the keroncong music group at that time. Learned to play guitar since the 2nd grade of middle school. His love for art is very strong, a graduate of the University of Semarang's Engineering Faculty, his music education at Yamaha Musik Indonesia (Classical Guitar), his career dedicated to the world of education and entertainment. Become a teaching staff in music education institutions for guitar instruments and private classes. His guitar playing style is influenced by teachers, friends, and some famous guitarists such as Segovia, Kaori Muraji, George Benson, Lee Ritenour, Mus Mujiono, Tohpati, Jubing Kristianto, Edy Batak, Handana Wikarta, Kinwie Zhang dan Alit Sinyo. TEACHING EXPERIENCE : Pengajar Seni Musik Untuk Gitar Klasik, Stamford International School Semarang ( 2008 – 2009) Pengajar Gitar Klasik di beberapa sek

YUDA PRA - AMIR ROEZ DAN POPPYANDRI COVER ANGIN MALAM BY CHRISYE

www.yudapragitar.com

YUDA PRA BERSAMA AMIR ROEZ DAN POPPYANDRI COVER ANGIN MALAM BY CHRISYE

     Tahun 2020 adalah tahun yang sangat sulit bagi segala lini inidustri karena di tahun ini dunia di bikin kalang kabut dengan pandemi COVID 19, termasuk di indonesia para pelaku kreatif  di sektor musikpun terkena dampaknya, para pekerja seni bahkan off dari kegiatan rutinitasnya sebagai musisi, hal ini mengakibatkan para pelaku musik mencari ide kreatif di masa pandemi ini. 

     Saya Yuda Pra (Gitar) bersama teman  Asesor LSP MI Amir Roez (Vocal) Rocker asal Jakarta yang pernah memperkuat Group Band kenamaan di era 80/90 an EL PAMAS yang juga sudah mengeluarkan album solo serta istri saya Poppyandri Daapala (Pelantun Puisi) menuangkan ide ide kreatif kami untuk melakukan konser virtual bersama dengan lagu Angin Malam by Alm Chrisye Arr Erwin Gutawa dengan sentuhan musikalisasi puisi dari buah karya Alm Supardi Djoko Damono penyair angkatan 70 an.

HUJAN BULAN JUNI

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

 

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan Juni

Di hapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

 

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu 

Supardi Djoko Damono
Chrisye

Comments

Popular Posts