Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

YUDA PRA - PROFILE

www.yudapragitar.com       Yuda Pra was born in an area in Central Java on July 6, 1976, inherited the blood of his mother's art who had joined the keroncong music group at that time. Learned to play guitar since the 2nd grade of middle school. His love for art is very strong, a graduate of the University of Semarang's Engineering Faculty, his music education at Yamaha Musik Indonesia (Classical Guitar), his career dedicated to the world of education and entertainment. Become a teaching staff in music education institutions for guitar instruments and private classes. His guitar playing style is influenced by teachers, friends, and some famous guitarists such as Segovia, Kaori Muraji, George Benson, Lee Ritenour, Mus Mujiono, Tohpati, Jubing Kristianto, Edy Batak, Handana Wikarta, Kinwie Zhang dan Alit Sinyo. TEACHING EXPERIENCE : Pengajar Seni Musik Untuk Gitar Klasik, Stamford International School Semarang (2008) Pengajar Gitar Klasik di beberapa sekolah Musik di

YUDA PRA - SERBA SERBI TUTTI CHALANGE ERWIN GUTAWA BERSAMA CAPRICHIO ARABE YUDA (DRUM) DAN MUSISI MUSISI BERTALENTA INDONESIA

www.yudapragitar.com

 SERBA SERBI PANDEMI - YUDA PRA (GITAR)  BERSAMA ANAK SEMATA WAYANG CAPRICHIO ARABE YUDA (DRUM) BER TUTTI CHALANGE ERWIN GUTAWA DAN MUSISI MUSISI INDONESIA

   Di masa pandemi karena COVID 19 ini para musisi tanah air sangat terdampak sekali akan adanya peraturan pemerintah daerah tentang di larangnya beroperasi sementara untuk usaha usaha yang bergerak di bidang pariwisata maupun dunia hiburan seperti halnya Cafe, Bar & Lounge Hotel yang biasanya mempekerjakan musisi musisi untuk kebutuhan live musik dan juga musisi musisi yang mengais rezeki di acara wendding pun juga kehilangan pendapatan, karena banyak WO yang tidak ada job,  hal ini juga berimbas kepada para pekerja di bidang seni seperti guru guru musik khususnya di Lembaga Pendidikan Musik. Siswa siwa di sekolah musik tersebut secara otomatis menarik diri untuk work/study from home, hampir seluruh sekolah sekolah musik di masa pandemi ini kehilangan sebagian siswa siwa didiknya tentunya hal tersebut sangat berpengaruh di pendapatan para staf staf pengajar di sekolah sekolah musik tersebut. Kreativitas para pelaku musikpun kian liar dengan kerinduanya untuk konser hal ini para musisi maupun pekerja musik/seni menciptakan konser musik maupun pembelajaran musik secara visual/daring, dengan terciptanya konser secara daring ini musisi musisi junior saat ini bisa kolaborasi secara daring dengan musisi musisi profesional untuk berkarya. hal ini juga di lakukan oleh musisi profesional mas Erwin Gutawa lewat chanel youtubenya beliau mengajak musisi musisi di tanah air untuk mengikuti chalange yang di buatnya. Namanya Tutti Chalange kali ini saya Yuda Pra (Gitar dan Bas) bersama anak semata wayang Caprichio Arabe Yuda (Drum) untuk mengikuti tantangan  Tutti Chalange om Erwin Gutawa bersama musisi musisi indonesia. mo tau keseruanya konser konser virtual kami di masa pandemi...klik link youtube di bawah ini...ojo sungkan untuk Subscribe...Like...Share. Maturuwun Gaissss.








Comments

Popular Posts