Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

YUDA PRA - PROFILE

www.yudapragitar.com       Yuda Pra was born in an area in Central Java on July 6, 1976, inherited the blood of his mother's art who had joined the keroncong music group at that time. Learned to play guitar since the 2nd grade of middle school. His love for art is very strong, a graduate of the University of Semarang's Engineering Faculty, his music education at Yamaha Musik Indonesia (Classical Guitar), his career dedicated to the world of education and entertainment. Become a teaching staff in music education institutions for guitar instruments and private classes. His guitar playing style is influenced by teachers, friends, and some famous guitarists such as Segovia, Kaori Muraji, George Benson, Lee Ritenour, Mus Mujiono, Tohpati, Jubing Kristianto, Edy Batak, Handana Wikarta, Kinwie Zhang dan Alit Sinyo. TEACHING EXPERIENCE : Pengajar Seni Musik Untuk Gitar Klasik, Stamford International School Semarang ( 2008 – 2009) Pengajar Gitar Klasik di beberapa sek

YUDA PRA - JAWA POS MINGGU 10 MARET 2019 - GITAR KLASIK SEBUAH ORKESTRA MINI

www.yudapragitar.com

GITAR KLASIK SEBUAH ORKESTRA MINI

     Tidak banyak alat musik yang digunakan.Cukup satu gitar.Itulah mengapa dinilai simpel. meski hanya dengan satu alat musik, bisa menghasilkan melodi, rhythm dan bas secara bersamaan. Seperti itulah kiranya menggambarkan permainan gitar klasik. Dengan namanya permainan gitar klasik sering kali membawakan musik klasik, gitarnya pun menggunakan gitar jenis senar nylon, memetik senar gitar dapat di katakan jari menjadi senjata utama, karena tidak menggunakan pick gitar. kalo sekarang itu yang dikenal fingerstyle, jadi tidak ada hentinya dan tidak bisa langsung untuk jago main gitar, intinya harus konsisten belajar, menggunakan waktu secara efektif dan bersemangat, kata Milka Azalia ketua KGKS sekaligus alumnus FSP UKSW Salatiga. 

     Yuda Pra selaku founder KGKS menyebut gitar klasik sebagai mini orkestra. hanya dengan enam dawai, gitar klasik bisa menjadi alat musik yang memadukan pengiring dan melodi, layaknya orkestra namun dimainkan secara solo dan tanpa pengiring pun permainan gitar klasik bisa bermain dengan indah. awalnya saya dulu di gitar elektrik. tapi kalau enggak ada partner saya tidak bisa bermain. ungkap pria yang pernah mengenyam pendidikan seni di ISI Yogyakarta dan Yamaha Musik Indonesia saluku pendiri KGKS ini menceritakan awal mula tertarik dengan gitar klasik. memang bagi nya gitar klasik merupakan instrumen yang menarik pria yang kini mengabdikan di dunia pendidikan dengan mengajar musik untuk instrumen gitar di PCMS Thamrin Semarang. Seperti  ketika pada masa kejayaan gitar klasik di Semarang sekitar th 80-an.  Keinginannya ini pula yang mendorongnya untuk mendirikan KGKS.

     Yuda Pra ingin mengali ilmu dan sekaligus ilmu yang dimilikinya bisa di tularkan kepada lebih banyak orang, agar lebih bermanfaat lewat forum KGKS, ujar pria yang juga menjadi asesor LSP Musik Indonesia. Para anggota KGKS ini juga rutin menggelar acara gitaran show yang di gelar setiap sebulan sekali. Yuda Pra berkeinginan gitar klasik dapat turut meramaikan iklim kesenian di kota Semarang seiring dengan perkembangan pariwisatanya.( Nur Chamin - Jawa Pos 10 Maret 2019 ).





Comments

Popular Posts